Analisis yuridis penerapan azas itikad baik dalam penetapan suku bunga pada perjanjian financial technology peer-to-peer lending (pinjaman online) dalam perspektif hukum bisnis

Authors

  • Wahyu Okta Prasetyo Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.31943/gw.v14i1.387

Keywords:

Itikad Baik, Financial Technology, Peer to Peer Lending, Perjanjian

Abstract

Asas itikad baik dalam pemanfaatan teknologi informasi dan transaksi elektronik sangat diperlukan, karena dengan tidak dipenuhinya asas itikad baik khususnya dalam pelaksanaan Financial Technology Transaksi Bisnis yang memanfaatkan teknologi informasi dalam penggunaannya, maka akan berdampak pada tidak tercapainya tujuan dari asas kemanfaatan. Penyelenggaraan platform peer-to-peer lending yang tidak aman dapat mengakibatkan risiko kredit yang besar dan menghasilkan bunga pinjaman yang lebih besar dari pinjaman secara tradisional. Sengketa antara penyelenggara fintech sebagai Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dengan konsumen acap kali dilatarbelakangi oleh ketidakseimbangan hubungan antara penyelenggara dengan konsumen sehingga hubungan hukum yang terjadi menempatkan konsumen pada posisi yang lemah. Dalam perspektif hukum bisnis, bahwa itikad baik menjadi dasar penafsiran dalam seluruh tahapan kontrak. Itikad baik juga memiliki fungsi menambah, yang artinya bahwa hak dan kewajiban juga dapat timbul karena adanya itikad baik tanpa diatur sebelumnya oleh perjanjian dan itikad baik juga dapat membatasi dan mengenyampingkan berlakunya peraturan yang ditetapkan sebelumnya oleh perjanjian.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2022-03-15

How to Cite

Okta Prasetyo, W. (2022). Analisis yuridis penerapan azas itikad baik dalam penetapan suku bunga pada perjanjian financial technology peer-to-peer lending (pinjaman online) dalam perspektif hukum bisnis. Gema Wiralodra, 14(1), 96–104. https://doi.org/10.31943/gw.v14i1.387